1. Jose Emilio Amavisca (1994-1998)113 penampilan, 13 gol
Amavisca dibeli dari Valladolid di era kepelatihan Jorge Valdano. Dua
musim pertamanya di Santiago Bernabeu, Amavisca tak tergantikan di
posisi sayap kiri Los Blancos dan terkadang ditempatkan sebagai
gelandang serang saat Michael Laudrup berhalangan tampil.
Kesempatan bermain Amavisca mulai berkurang saat Fabio Capello naik
sebagai pelatih Madrid di tahun 1996. Amavisca tersisih oleh gelandang
muda serbabisa asal Belanda, Clareence Seedorf. Pada tahun 1998,
Amavisca akhirnya dilepas ke Racing Santander.
2. Savio Bortolini (1998-2002)
105 penampilan, 16 gol
Pemain asal Brasil yang dijuluki Anjo Loiro atau Malaikat Blonde ini
dibeli dari Flamengo di tahun 1998. Kemampuannya untuk bermain di dua
sisi sayap membuatnya menjadi andalan entrenador John Toshack juga
penggantinya, Vicente Del Bosque.
Savio menjadi bagian dari era keemasan Los Blancos yang meraih tiga
trofi Liga Champions di periode 1998-2002. Sadar kesempatan bermainnya
menurun di musim terakhirnya bersama Madird, Savio akhirnya bersedia
dipinjamkan ke Bordeaux sebelum akhirnya hengkang secara permanen ke
Zaragoza.
3. Ronaldo (2002-2003)
44 penampilan, 30 gol (saat mengenakan nomor punggung 11)
Ronaldo didatangkan dengan megatransfer 46 juta Euro dari
Internazionale. Il Fenomeno yang sebelumnya identik dengan nomor 9 harus
mengalah untuk memakai nomor 11. Pada saat itu nomor 9 telah dikuasai
oleh salah satu pemain idola di Santiago Bernabeu, Fernando Morientes.
Meskipun tampil tanpa nomor punggung favoritnya, Ronaldo tetap tampil
menggila dan mencetak 30 gol di segala ajang sekaligus meraih gelar
Pichici di tahun 2003.
Ronaldo meninggalkan kostum nomor 11 dan beralih mengenakan nomor 9 setelah Morientes dipinjamkan ke Monaco.
4. Javier Portillo(2003-2004)
29 penampilan, 2 gol
Produk asli akademi Real Madrid yang dijagokan bisa menjadi Raul
Gonzalez selanjutnya, Portillo mengambil alih kostum nomor 11 milik
Ronaldo di musim keduanya berada di skuat utama Los Blancos.
Portillo jarang diturunkan dan lebih sering bermain sebagai pemain
pengganti. Musim selanjutnya Portillo dipinjamkan ke Fiorentina dan tak
pernah lagi bisa menembus skuat inti Madrid setelahnya.
5. Michael Owen (2004-2005)
45 penampilan, 16 gol
Memiliki reputasi mentereng di Inggris bersama Liverpool, Michael Owen
diboyong Real Madrid sebagai bagian dari proyek Galacticos dengan harga
12 juta Euro.
Owen memulai karirnya dengan lambat di Madrid. Dia kerap kali memulai
laga dari bangku cadangan dan baru mulai mencetak gol di bulan Oktober.
Koleksi 16 gol di segala ajang tampaknya tidak cukup memuaskan bagi
manajemen Los Blancos. Kedatangan Robinho dan Julio Baptista di bursa
transfer musim panas 2005 membuat Owen dipulangkan ke Inggris dan
bergabung dengan Newcastle United.
6.Cicinho (2005-2007)
26 penampilan, 2 gol
Pemain berposisi bek kanan ini didatangkan dari Sao Paulo senilai 4 juta
Euro. Disiapkan sebagai pelapis dari Michel Salgado, Cicinho jarang
bermain di musim pertamanya dan hanya turun dalam 19 pertandingan di
segala kompetisi.
Di musim selanjutnya, entrenador Fabio Capello lebih memilih MIchel
Salgado dan Sergio Ramos ketimbang Cicinho untuk mengisi posisi bek
kanan. Ditambah dengan cedera ACL yang membuatnya absen setengah musim,
Cicinho semakin tersingkir dari skuat Madrid.
Musim selanjutnya, Los Blancos memutuskan untuk menjualnya ke AS Roma senilai 9 juta Euro.
7.Arjen Robben (2007-2009)
65 penampilan, 13 gol
Winger lincah ini dibeli senilai 36 juta Euro dari Chelsea dan menjadi
bagian dari rombongan pemain Belanda yang saat itu banyak direkrut di
era Bernd Schuster.
Robben tampil lumayan bersama Madrid dan turut mempersembahkan gelar La
Liga dan Superopa de Espana. Kembalinya Florentino Perez sebagai
Presiden klub disusul dengan pembelian Kaka serta Cristiano Ronaldo
membuat posisi Robben tidak aman.
Di musim panas 2009, Robben akhirnya dijual ke Bayern Munich senilai 25
juta Euro. Kepada media, Robben menyatakan bahwa dirinya ingin bertahan
di Santiago Bernabeu, namun pihak klub bersikeras untuk melepasnya.
8.Karim Benzema (2009-2010)
33 penampilan, 9 gol (saat memakai nomor punggung 11)
Benzema termasuk pemain yang didatangkan oleh Florentino Perez dalam
kampanye Los Galacticos jilid dua bersama dengan Kaka dan Cristiano
Ronaldo. Pemain asal Prancis ini hanya menjadi pilihan kedua di belakang
Gonzalo Higuain di musim pertamanya.
Hanya tampil sebagai starter dalam 14 pertandingan dan menghabiskan
sisanya sebagai pemain pengganti, Benzema hanya mencetak 9 gol musim
itu.
Produktivitas pemain berdarah Aljazair tersebut naik drastis usai
berganti nomor kostum menjadi 9 di musim-musims selanjutnya. Nomor 9
menjadi lowong setelah pemilik sebelumnya, Cristiano Ronaldo, beralih ke
nomor 7 setelah Raul Gonzalez hengkang dari Madrid.
9.Esteban Granero (2010-2012)
68 penampilan, 5 gol (saat memakai nomor punggung 11)
Granero meninggalkan nomor punggung 24 yang digunakan di musim
perdananya bersama Madrid dan beralih mengenakan nomor 11 yang
dilepaskan oleh Benzema.
Karir gelandang kelahiran Madrid juga jebolan akademi Los Blancos ini
tidak terlalu berkembang selama dua musim di Santiago Bernabeu. Granero
menjadi pilihan kesekian bagi Jose Mourinho setelah Xabi Alonso, Sami
Khedira, dan juga Lassana Diarra.
Granero akhirnya dilego ke Queens Park Rangers di tahun 2012 dengan banderol 9 juta Pounds.
10.Ricardo Carvalho (2012-2013)
15 penampilan, 0 gol (saat memakai nomor punggung 11)
Bek asal Portugal ini mengganti nomor secara darurat di awal musim 2012
setelah Jose Mourinho menyatakan bahwa jasanya tidak lagi dibutuhkan
klub. Nomor punggung 2 yang selama dua musim dikenakannya pun dilucuti
dan diberikan kepada bek muda Raphael Varane.
Namun karena Carvalho ternyata memutuskan bertahan hingga kontraknya
berakhir di tahun 2013, Madrid akhirnya memberika nomor punggung 11 yang
tengah lowong dan menggunakan eks pemain Chelsea tersebut sebagai
pelapis.
Carvalho musim ini bergabung dengan AS Monaco degan free transfer setelah kontraknya kadaluarsa bersama Madrid.